Wednesday 25 December 2019

Jenis-jenis dan Strategi Pembelajaran

Menurut Sanjaya (2007 : 177 – 286) ada beberapa strategi pembelajaran yang harus dilakukan oleh seorang guru:
  1. Strategi Pembelajaran Ekspositori
  2. Strategi Pembelajaran Inkuiri
  3. Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah
  4. Strategi Pembelajaran Peningkatan Kemampuan Berpikir
  5. Strategi Pembelajaran Kooperatif
  6. Strategi Pembelajaran Kontekstual
  7. Strategi Pembelajaran Afektif
Selain itu, menurut Rowntree dalam Wina Sanjaya, ada beberapa strategi pembelajaran yang dapat digunakan. Rowntree mengelompokkan ke dalam strategi penyampaian penemuan (exposition-discovery learning), strategi pembelajaran kelompok, dan strategi pembelajaran individual (groups-individual learning).

Jenis-jenis strategi pembelajaran dapat dipilah berdasarkan karakteristik sebagai berikut.[3]
a.    Berdasarkan rasio pendidik dan peserta didik yang terlibat dalam pembelajaran
Berdasarkan rasio pendidik dan peserta didik yang terlibat dalam pembelajaran, terdapat lima jenis strategi pembelajaran, yaitu:
1.    Pembelajaran oleh seorang pendidik dengan sekelompok besar (satu kelas) peserta didik.
2.    Pembelajaran oleh seorang pendidik dengan sekelompok kecil (5-7 orang) peserta didik.
3.    Pembelajaran oleh seorang pendidik terhadap seorang peserta didik.
4.    Pembelajaran oleh satu tim pendidik terhadap sekelompok besar (satu kelas) peserta didik.
5.    Pembelajaran oleh satu tim pendidik terhadap sekelompok kecil (5-7 orang) peserta didik.
b.    Berdasarkan pola hubungan pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran
Berdasarkan pola hubungan pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran, terdapat tiga jenis strategi pembelajaran, yaitu:
1.    Pembelajaran tatap muka
2.    Pembelajaran melalui media
3.    Pembelajaran tatap muka dan melalui media.
c.    Berdasarkan peranan pendidik dan peserta didik dalam pengelolaan pembelajaran
Ditinjau berdasarkan peranan pendidik dan peserta didik dalam pengelolaan pembelajaran, pada umumnya ada dua jenis strategi pembelajaran, yaitu:
1.    Pembelajaran yang berpusat pada pendidik (teacher centre)
Strategi pembelajaran yang berpusat pada pendidik merupakan strategi yang paling tuas, disebut juga strategi pembelajaran tradisional. Pengajar berlaku sebagai sumber informasi yang mempunyai posisi sangat dominan. Pengajar harus berusaha mengalihkan pengetahuan dan menyampaikan informasi sebanyak-banyaknya kepada peserta didik.
Teknik penyajian yang paralel dengan strategi pembelajaran ini adalah teknik ceramah, teknik sumbangsaran, teknik demonstrasi.[4]
2.    Pembelajaran yang berpusat pada peserta didik (student centre)
Strategi pembelajaran yang berpusat kepada peserta didik, atau disebut student center strategies, bertitik tolak pada sudut pandang yang memberi arti bahwa mengajar merupakan usaha menciptakan sistem lingkungan yang mengoptimalkan kegiatan belajar. Dalam proses pembelajaran peserta didik berusaha secara aktif untuk mengembangkan dirinya di bawah bimbingan pendidik.
Teknik penyajian yang paralel dengan strategi pembelajaran ini adalah teknik inkuiri, teknik diskusi, teknik kerja kelompok, teknik nondirektif dan teknik penyajian kasus.
d.    Berdasarkan peranan pendidik dan peserta didik dalam mengolah “pesan” atau materi pembelajaran
Berdasarkan peranan pendidik dan peserta didik dalam mengolah “pesan” atau materi pembelajaran, terdapat dua jenis strategi pembelajaran, yaitu:
1.    Pembelajaran Ekspositorik
Strategi ekspositorik merupakan strategi berbentuk penguraian, baik berupa bahan tertulis maupun penjelasan atau penyajian verbal. Pengajar mengolah materi secara tuntas sebelum disampaikan di kelas. Strategi pembelajaran ini menyiasati agar semua aspek dari komponen-komponen pembentuk sistem instruksional mengarah pada sampainya isi pelajaran kepada peserta didik secara langsung.[5]
Teknik penyajian yang paralel dengan strategi ini adalah teknik ceramah, teknik diskusi, teknik interaksi massa, teknik antardisiplin, teknik simulasi.
2.    Pembelajaran Heuristik
Strategi pembelajaran heuristik adalah strategi pembelajaran yang bertolak belakang dengan strategi pembelajaran ekspositorik karena dalam strategi ini peserta didik diberi kesempatan untuk berperan dominan dalam proses pembelajaran. Strategi ini menyiasati agar aspek-aspek komponen pembentuk sistem instruksional mengarah pada pengaktifan peserta didik mencari dan menemukan sendiri fakta, prinsip, dan konsep yang mereka butuhkan.
Dalam strategi heuristik pengajar pertama-tama mengarahkan peserta didik kepada data-data terpilih, selanjutnya peserta didik merumuskan kesimpulan berdasarkan data-data tersebut. Bila kesimpulan tepat, tercapailah tujuan strategi. Sebaliknya, bila kesimpulan salah, pengajar bisa memberikan data baru sampai peserta didik memperoleh kesimpulan yang tepat.[6]
e.    Berdasarkan proses berpikir dalam mengolah “pesan” atau materi pembelajaran
Berdasarkan proses berpikir dalam mengolah “pesan” atau materi pembelajaran, terdapat tiga strategi pembelajaran, yaitu:
1.    Pembelajaran Deduktif
Dalam strategi pembelajaran deduktif, pesan diolah mulai hal umum menuju kepada hal yang khusus, dari hal-hal yang abstrak kepada hal-hal yang nyata, dari konsep-konsep yang abstrak kepada contoh-contoh yang konkret, dari sebuah premis menuju kesimpulan yang logis. Langkah-langkah dalam strategi deduktif meliputi tiga tahap. Pertama, pengajar memilih pengetahuan untuk diajarkan. Kedua, pengajar memberikan pengetahuan kepada peserta didik. Ketiga, pengajar memberikan contoh dan membuktikannya kepada peserta didik.[7]
Teknik penyajian pelajaran yang paralel dengan strategi pembelajaran deduktif adalah teknik ceramah.
2.    Pembelajaran Induktif
Strategi pembelajaran induktif adalah pengolahan pesan yang dimulai dari hal-hal yang khusus, dari peristiwa-peristiwa yang bersifat individual menuju generalisasi, dari pengalaman-pengalaman empiris yang individual menuju kepada konsep yang bersifat umum. Menurut Kenneth B Anderson ada beberapa langkah untuk menentukan strategi pembelajaran induksi. Pertama, pengajar memilih bagian dari pengetahuan, aturan umum, prinsip, konsep yang akan diajarkan. Kedua, pengajar menyajikan contoh-contoh spesifik untuk dijadikan bagian penyusunan hipotesis. Ketiga, bukti-bukti disajikan dengan maksud membenarkan atau menyangkal berbagai hipotesis tersebut. Keempat, menyimpulkan bukti dan contoh-contoh tersebut.[8]
Teknik penyajian yang paralel adalah teknik penemuan, teknik penyajian kasus, dan teknik nondirektif.                
3.    Pembelajaran deduktif-induktif
Strategi pembelajaran ini pengolahan pesan dilaksanakan secara campuran.



Daftar Pustaka
https://agendajaya.blogspot.co.id/2015/09/macam-macam-strategi-pembelajaran.html
http://misjulie.blogspot.co.id/2015/02/macam-macam-strategi-pembelajaran-dan.html
https://ritokurniawan.wordpress.com/2012/05/14/jenis-jenis-strategi-pembelajaran/
http://warsiyanti91.blogspot.co.id/2014/01/jenis-jenis-strategi-belajar.html

No comments:

Post a Comment