Labels

Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Thursday, 26 November 2020

Awal Peradaban Republik Romawi Kuno

Republik Romawi didirikan oleh Romulus pada tahun 750 BC. Negeri ini sebelumnya adalah kerajaan sampai 510 BC, ketika raja terakhir, Lucius Tarquinius Superbus dijatuhkan dan diubah menjadi republik. Republik Romawi memiliki peradaban selangkah lebih maju pada masanya dan sangat terdepan. Republik Romawi memilih konsul, yang mengatur kekuasaan pada masa singkat. Beberapa gagasan Republik Romawi masih digunakan sampai saat ini.

Akhir dari republik ini masih dalam perdebatan, beberapa ilmuwan memberikan penanggalan yang berbeda terkait hal tersebut. Biasanya penanggalan awal Triumvirates pertama atau Triumvirate kedua yang dilacak. (Triumvirates adalah kelompok tiga pria yang memiliki kekuatan).

Pada akhir republik sering ikatakan saat Gaius Julius Caesar ditunjuk menjadi diktator (penguasa tunggal) oleh Senat Romawi. Ini terjadi setelah serangkaian perang sipil yang terjadi sekitar 49 BC sampai 44 BC.

Beberapa orang mengatakan republik Romawi berakhir ketika terjadi Pertarungan Actium antara Marcus Antonius dan Octavian. Mereka termasuk dalam anggota Triumvirates kedua. Pertarungan ini terjadi pada 2 September tahun 31 SM. Octavian menang, di kemudian hari ia memproklamasikan diri sebagai Kaisar Romawi. Pada akhir penanggalan juga dikatakan Octavian adalah orang pertama yang mendapatkan gelar Augustus. Kejadian ini terjadi pada tanggal 16 Januari tahun 27 SM.

Ini adalah pandangan modern. Dalam sudut pandang kaisar Awal, istilah res publica (yang diterjemahkan menjadi Republik) masih ada. Istilah ini berarti "dibawah perlindungan". Mereka menjanjikan pada suatu hari, akan dikembalikan kepada bentuk aslinya. Hal ini tidak pernah terjadi. Maka Republik Romawi berakhir, dan ini menandai awalnya kekaisaran Romawi.

Republik mendapatkan kekayaan dari perdagangan dan perpajakan. Republik memiliki sedikit musuh, tapi secara tetap mereka melakukan perang terhadap Gauls, yang menjatuhkan Caesar nantinya. Perang Punic melawan Carthage terjadi di tanjung Mediterranian, tepatnya terjadi sengketa Perdagangan di Sicily. Musuh ketiga nantinya adalah suku Germanic atau Barbarians (orang tak beradab).

Republik menderita banyak sekali bencana alam sampai Spartacus (pemimpin pemberontakan) mengalahkan pasukan sebelum ditangkap, Republik Romawi menderita di tangan Hannibal,  yang setelah melintasi Pegunungan Alpen mengalahkan Tentara Romawi di Cannae dan banyak pertempuran lainnya yang membuat Roma sangat takut dihancurkan oleh Hannibal

https://simple.wikipedia.org/wiki/Roman_Republic

Monday, 30 December 2019

Kerajaan Perlak

Berdasarkan Seminar Sejarah Islam di Medan tahun 1963, Seminar Sejarah Islam di Banda Aceh tahun 1978, dan Seminar Sejarah Masuk dan Berkembangnya Islam di Aceh dan Nusantara tahun 1980 di Banda Aceh mengukuhkan bahwa kerajaan Islam pertama di Indonsia adalah Perlak.

a. Sumber Sejarah
Yang termasuk dalam bukti Kerajaan Perlak adalah sebagai berikut
  • Idharatul Haq fi Mamlakatil Ferlah wal Fasi  karangan Abu Ishak Makarani Al Fasy.
  • Kitab Tazkirah Thabakat Jumu Sultan as Salathin karangan Syekh Syamsul Bahri Abdullah As Asyi.
  • Silsilah Raja-Raja Perlak dan Pasao  catatan dari Saiyid Abdullah Ibn Saiyid Habib Saifuddin.
Ketiga naskah tua tersebut mencatat bahwa Kerajaan Islam pertama di Nusantara adalah Kerajaan Islam Perlak. Ishak Makarani Al Fasy menyebutkan bahwa Kerajaan Perlak didirikan pada tanggal 1 Muharam 225 H (840 M) dengan rajanya yang pertama adalah Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah yang semula bernama Saiyid Abdul Aziz.

Kerajaan Perlak juga meninggalkan artefak yaitu:
  • Mata Uang Perlak. Mata uang Kerajaan Perlak merupakan mata uang tertua di Nusantara. Mata uang Perlak terdiri dari tiga jenis, yaitu terbuat dari emas (dirham), dari perak (kupang) dan tembaga atau kuningan
  • Stempel Kerajaan. Stempel tersebut bertuliskan huruf Arab yang membentuk kalimat Al Wasiq Billah Kerajaan Negeri Bendahara Sanah 512. Kerajaan  Negeri Bendahara adalah bagian dari Kerajaan Perlak.
  • Makam Raja Benoa. Merupakan makam dari salah seorang Raja Benoa di tepi Sungai Trenggulon yang pada batu nisannya bertuliskan huruf Arab. Berdasarkan penelitian Dr. Hassan Ambari, nisa tersebut dibuat sekitar abad ke-4 H atau abad ke-11 M. Menuut Idharul Haq fi Mamlakatil Ferlah wal Fasy, Benoa adalah negara bagian dari Kerajaan Perlak

b. Raja-raja yang Memerintah Kerajaan Perlak

  1. Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah
  2. Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdurrahin Syah
  3. Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abbas Syah
  4. Sultan Alaidin Saiyid Maulana Ali Mughayat Syah
  5. Sultan Makhdum Alaidin Malik Abdul Kadir Syah Jouhan Berdaulat\
  6. Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah Jouhan Berdaulat
  7. Sultan Makhdum Alaidin Malik Jouhan Berdaulat
  8. ll
  9. Sultan Makhdum Alaidin Malik Mahmud Syah Jouhan Berdaulat
  10. Sultan Makhdum Alaidin Mansyur Syah Jouhan Berdaulat
  11. Sultan Makhdum Alaidin Malik Abdullah Syah Jouhan Berdaulat

Saturday, 2 March 2019

Kerajaan Mataram Islam

Setelah Pajang runtuh sebagai sebuah kerajaan besar, maka Mataraim Islam pun berdiri dan mulai terkenal sebagai sebuah kesultanan besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kerajaan Mataram ini adalah lanjutan dari Kerajaan Pajang, yang pendirinya masih keturunan Pajang.

Nah berikut ini cerita awal yang singkat mengenai berdirinya Kerajaan Mataram Islam dan raja-raja yang memerintah di sana.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Mataram Islam

Dalam sejarah, disebutkan bahwa Kerajaan Matram adalah kerajaan Islam di Pulau Jawa yang berdiri pada abad 17. Kerajaan Mataram Islam ini dipimpin oleh suau dinasti keturunan Ki Ageng Sela (/) dan Ki Ageng Pamanahan, yang mengklaim sebagai cabang ningrat, yaitu keturunan penguasa Majapahit.

Asal usulnya adalah suatu kadipaten di bawah Kerajaan Pajang yang berpusat di Bum Mentaok, dan diberikan kepada Ki Ageng Pamanahan sebagai hadiah atas jasanya (?). Raja berdaulat pertama adalah Sutawijaya (Panembahan Senapati), putra dari Ki Ageng Pamanahan.

Berdirinya Kerajaan Mataram Islam bermula dari Kerajaan Pajang. Menurut kisahnya, setelah Kerajaan Demak runtuh, Kerajaan Pajang merupakan satu-satunya kerajaan di Jawa Tengah. Meskipun demikian, Raja Pajang masih mempunyai musuh kuat yang berusaha menghancurkan kerajaannya, yaitu seseorang yang masih keturunan keluarga Kerajaan Demak yang bernama Arya Penangsang.

Maka, raja membuat sebuah sayembara bahwa barang siapa mengalahkan Arya Penangsang atau dapat membunuhnya, maka akan diberi hadian tanah di Pati dan Mataram. Ki Ageng Pamanahan dan Ki Penjawi yang merupakan abdi prajurit Pajang berniat mengikuti sayembara tersebut.

Dalam peperangan, akhirnya Danang Sutawijaya berhasil mengalahkan dan membunuh Arya Penangsang. Sutawijaya adalah anak dari Ki Ageng Pemanahan, sekaligus anak angkat dari Raja Pajang (?). Karena itlah, maka tidak mungkin apabila Ki Ageng Pamanahan memberitahukannya kepada Sultan Hadiwijaya. Sehingga, Kiai Juru Martani mengusulkan agar Ki Ageng Pemanahan dan Ki Penjawi memberitahukan kepada Sultan Hadiwijaya bahwa merekalah yang membunuh Arya Penangsang.

Karena jasanya itu, Ki Ageng Pemanahan memperoleh tanah di Hutan Mentaok, sedangkan Ki Penjawi mendapatkan tanah di Pati. Ki Ageng Pemanahan berhasil membangun Hutan Mentaok menjadi desa yang makmur, bahkan lama-kelamaan menjadi kerajaan kecil yang siap bersaing dengan Pajang sebagai atasannya.

Setlahh Ki Ageng Pemanahan meninggal dunia pada tahun 1575, ia digantikan oleh putranya, Danang Sutawijaya, yang juga sering kali disebut Pangeran Ngabehi Loring Pasar. Sutawijaya berhasil memberontak kepada Pajang.

Stelah Sultan Hadiwijayya wafat (1582), Sutawijaya mengangkat diri sebagai Raja Mataram dengan gelar Panembahan Senapati ing Alaga Sayyidin Panatagama (1586-1601). Masa pemerintahan Panembahan Senapati diwarnai dengan perang ters menerus dalam rangka menundukkan para bupati yang berupaya memisahkan diri maupun memperluas wilayah kekuasaannya. Pajang pun dijadikan sebagai salah satu bagian dari Mataram yang beribu kota di KotaGede. Senapati bertahta sampai wafatnya pada tahun 1601. ia digantikan putranya bernama Mas Jolang (1601-1613) dengan gelar Sultan Anyokrowati.

Pada masa pemerintahan Mas Jolang banyak bupati di Jawa Timur memberontak. Pemberontakan ini dihadapi dengan susah payah oleh Mas Jolang. Sebelum pemberontakan tersebut dapat diselesaikan pada tahun 1913, Mas Jolang wafat di Krapyak. Ia digantikan oleh putranya bernama Raden Mas Martapura. Namun karena sakit-sakitan, ia turun tahta dan digantikan oleh Mas Rangsang, dengan gelar Sultan Agung Hanyakrakusuma Senapati ing Alaga Ngabdurahman.


Kerajaan Demak

Demak adalah Kesultanan Islam pertama di Pulau Jawa yang berada di daerah pesisir utara Jawa Tengah. Pada masa itu, Demak merupakan kesultanan peralihan dari Hindu-Buddha ke Islam.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Demak

Searah berdirinya Kerajaan Demak tidak lepas dari biografi hidup Raden Patah. Ia yang tak lain masih keturunan Majapahit, menurut silsilah beliau putra Raja Kertabhumi (Brawijaya V) dengan putri cina. Nama kecilnya adalah Pangeran Jimbun. Menurut sejarah, ia ialah putra Raja Majapahit yang terakhir dari Garwa Ampean. Raden Patah dilahirkan di Palembang. Ia dididik secara islami, sehingga menjadi pemuda yang taat beragama Islam.

Setelah usia 20 tahun, Raden Patah dikirim ke Jawa untuk memperdalam ilmu agama di bawah asuhan Raden Rahmat. Kemudian Raden Patah menikah dengan cucu Raden Rahmat, lantas menetap di Demak (Bintoro)

Sekitar tahun 1475 M, Raden Patah mulai melaksanakan perintah gurunya, dengan membuka madrasah atau pondok psantren di daerah tersebut. Rupanya, tugas yang diberikan kepada Raden Patah dijalankan dengan sebaik-baiknya. Lama kelamaan, desa Glagahwangi dikunjungi banyak orang.

Tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan dan agama, tetapi juga sebagai pusat perdagangan, bahkan menjadi pusat kerajaan Islam pertama di Jawa. Desa Glagahwangi, karena ramai dalam perkembangannya, akhirnya menjadi ibu kota negaa dengan nama Bintoro Demak.Selaku Bupati Demak, yang berada di bawah kekuasaan Majapahit. Pada tahun 1500, Raden Patah melepaskan diri dari Majapahit ketika pemerintahab dipegang oleh Girindrawarna.

Setelah  lepas dari Majapahit, Raden Patah kemudian memproklamasikan berdirinya Kesultanan Demak. Kesultanan ini merupakan kerajaan Islam di Pulau Jawa yang mendapat dukungan para wali. Berdirinya kesultanan Demak diawali dengan ancaman Portugis di Malaka. Berangkat dari hal tersebut, maka pada tahun 1513, Demak mengirim armada lautnya untuk menyerang Portugis yang dipimpin oleh Pati Unus, putra Raden Patah. Serangan yang diarahkan ke Malaka tersebut melewati laut di sebelah utara Pulau Jawa sehingga Pati Unus kemudian dikenal dengan nama Pangeran Sabrang Lor. Sayangnya serangan Pati Unus tersebut gagal karena kalah persenjataan.

Pati Unus (1518-1521) kemudian menggantikan Raden Patah sebagai Raja Demak. 

Tuesday, 11 October 2016

Kerajaan Samudera Pasai

Pada tahun 1267 ada sebuah kerajaan besar yang muncul di tanah Melayu, yakni Samudera Pasai. Kerajaan Samudera Pasai muncul menggantikan Kerajaan Perlak yang semakin mengalami kemunduran.

Seorang penguasa lokal di daerah Samudera (samudera mana?)  bernama Marah Silu (Meurah Silu) dibantu oleh Syekh Ismail (seorang syarif dari Mekah) berhasil mempersatukan daerah Samudera dan Pasai. Kedua daerah tersebut kemudian dijadikan sebuah kerajaan dengan nama Samudera Pasai.

Sejarah Berdirinya Kerajaan Samudera Pasai

Kerajaan Samudera Pasai juga dikenal dengan Samudera Darussalam atau Samudera Pasai. Ini merupakan kerajaan Islam pertama yang terletak di pesisir pantai utara Sumatera, kurang lebih di sekitar kota Lhokseumawe dan Aceh Utara, Provinsi Aceh, Indonesia.

Kata "pasai" adalah sinonim dari "pantai", asalnya pun sama. Sedangkan, samudera tidak lain ialah laut. Maka negara Pasai adalah negara yang berada di tepi laut. Jadi, sama saja dengan negara Samudera

Belum begitu banyak bukti arkeologis tentang kerajaan ini untuk dapat digunakan sebagai bahan kajian sejarah. Namun, beberapa sejarawan mulai menelusuri keberadaan kerajaan ini bersumberkan Hikayat Raja-Raja Pasai, dan ini dikaitkan dengan beberapa makam raja serta penemuan koin berbahan emas dan perak dengan tertera nama rajanya.

Berdasarkan Hikayat Raja-Raja Pasai, kerajaan ini didirikan oleh Marah Silu, setelah sebelumnya ia menggantikan seorang raja yang bernama Sultan Malikul Nasser. Marah Silu sebelumnya berada di suatu kawasan yang disebut Sumerlangga, kemudian setelah naik tahta bergelar Sultan Malikus Saleh. Ia wafat pada tahun 696 H atau 1297 M.

Kejayaan Samudera Pasai yang berada di daerah Samudera Geudong, Aceh Utara, diawali dengan penyatuan sejumlah kerajaan kecil di daerah Peurelak, seperti Rimba Jreum dan Seumerlang. Sultan Malikus Saleh adalah salah seorang keturunan kerajaan itu yang menaklukkan beberapa kerajaan kecil dan mendirikan Kerajaan Samudera pada tahun 1270 M

Pemerintahan Sultan Malikus Saleh dilanjutkan oleh putranya, Sultan Muhammad Malikul Zahir/Sultan Muhammad Malik al Tahir dari perkawinannya dengan putri Raja Perlak, Putri Ganggang Sari. Pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Malikul Zahir, koin emas sebagai mata uang telah diperkenalkan di Pasai, selang dengan berkembangnya Pasai menjadi salah satu kawasan perdagangan sekaligus tempat pengembangan dakwah agama Islam.

Sekitar tahun 1326, Sultan Malikul Zahir meninggal dunia, lalu digantikan oleh anaknya, Sultan Mahmud Malikul Zahir, dan memerintah sampai tahun 1345. Pada masa pemerintahannya, ia dikunjungi oleh Ibnu Batutah, yang menceritakan bahwa sultan di negeri Samtrah (Samudera) menyambutnya dengan penuh keramahan, dan penduduknya menganut madzhab Syafi'i.. Namun terjadi perisriwa penting di Kerajaan Samudera Pasai saat putra Sultan Malikul Saleh yang bernama Abdullah memisahkan diri ke daerah Aru (Barumun)

Samudera Pasai juga menerima serangan dari Kerajaan Siam. Selanjunya, pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Malikul Zahir, putra Mahmud Malikul Zahir, datanglah serangan dari Majapahit tahun 1345 dan 1350, yang menyebabkan Sultan Pasai terpaksa melarikan diri dari ibu kota kerajaan. Namun tertolong oleh Laksamana Chengho. Kerajaan Samudera Pasai akhirnya runtuh setelah serangan Portugal pada tahun 1521.

Berikut urutan Raja-Raja yang memerintah di Samudera Pasai:

  1. Tahun 1267-1297
    • Kerajaan Samudera Pasai dipimpin oleh Sultan Malikus Saleh atau Marah Silu. Ia merupakan sultan pertama yang memimpin Kerajaan Samudera Pasai.
  2. Tahun 1297-1326
    • Kerajaan Samudera Pasai di bawah pimpinan Sultan Muhammad Malikul Zahir, yang merupakan anak dari Sultan Malikus Saleh. Pada masa pemerintahan Sultan Muhammad Malikul Zahir, koin emas mulai diperkenalkan kepada masyarakat di Kerajaan Samudera Pasai.
  3. Tahun 1326-1345
    • Kerajaan Samudera Pasai pada masa ini dipimpin oleh Sultan Mahmud Malikul Zahir, yang merupakan anak dari Sultan Muhammad Malikul Zahir, sekaligus cucu dari Sultan Malikus Saleh.
  4. Tahun 1345-1383
    • Kerajaan Samudera Pasai pada masa ni berada di bawah pimpinan Sultan Ahmad Malikul Zahir. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Samudera Pasai diserang oleh Majapahit.
  5. Tahun 1383-1405
    • Kerajaan Samudera Pasai pada masa ini dipimpin oleh Sultan Zainal Abidin Malikul Zahir.
  6. Tahun 1405-1412
    • Pada masa ini, Kerajaan Samudera Pasai dipimpin oleh Sultanah Nahrasiyah, yang merupakan raja perempuan, sekaligus janda dari Sultan Kerajaan Samudera Pasai sebelumnya.
  7. Tahun 1405-1412
    • Pada masa ini, Kerajaan Samudera Pasai dipimpin oleh Sultan Sallah ad-Din, yang menikahi Sultanah Nahrasiyah, pemimpin kerajaan Samudera Pasai sebelumnya.
  8. Tahun 1412-1455
    • Pada masa ini, Kerajaan Samudera Pasai dipmpin ole Sultan Abu Zaid Malikul Zahir, yang mengirim utusan ke Cina.
  9. Tahun 1455-1477
    • Kerajaan Samudera Pasai pada masa ini dipimpin oleh Sultan Mahmud Malikul Zahir II.

Friday, 19 June 2015

Peninggalan Sejarah pada Kerajaan Hindu-Buddha Terhadap Budaya Indonesia


  1. Kitab-Kitab
    1. Kitab Mahabharata oleh Resi Wiyasa
    2. Kitab Ramayana oleh Empu Valmiki
    3. Kitab Arjuna Wiwaha oleh Empu Kanwa
    4. Kitab Smaradahana oleh Empu Darmaja
    5. Kitab Bharatayudha oleh Empu Sedah dan Empu Panuluh
    6. Kitab Negarakertagama oleh Empu Prapanca
    7. Kitab Sutasoma oleh Empu Tantular
  2. Prasasti-Prasasti
    1. Prasati Kerajaan Kutai
      • Prasasti Muara Kaman
      • Yupa
    2. Prasasti Kerajaan Tarumanegara
      • Prasasti Ciareuteun, di Bogor
      • Prasasti Kebun Kopi, di Bogor
      • Prasasti Jambu, di Bogor
      • Prasasti pasir Awi, di Bogor
      • Prasasti Muara Cianten, di Bogor
      • Prasasti Cindangthiyang, di Bogor
      • Prasasti Manjul, di Bogor
    3. Prasasti Kerajaan Sriwijaya
      • Prasasti Kedukan Bukit, di dekat Palembang
      • Prasast Talang Tuo, di dekat Palembang
      • Prasasti Telaga Batu, di dekat Palembang
      • Prasasti Karang Berahi, di daerah Jambi Hulu
      • Prasasti Palas Pasemah, di daerah Lampung Selatan
    4. Prasasti Dinoyo
    5. Prasasti Canggal
    6. Prasasti Kalasan
    7. Prasasti Kedu
  3. Candi-candi
    1. Candi Muara Takus
    2. Candi Gunung Wukir
    3. Candi Kalasan
    4. Candi Gedongsongo
    5. Candi Mendut
    6. Candi Borobudur
    7. Candi Sewu
    8. Candi Pawon
    9. Candi Sari
    10. Candi Ngawen
    11. Candi Dieng
    12. Candi Prambanan
    13. Candi Padas
    14. Candi Kidal
    15. Candi Jago
    16. Candi Singasari
    17. Candi Panataran
    18. Candi Sawentar
    19. Candi Sumberjati
    20. Candi Tigawangi
    21. Candi Surawana
    22. Candi Tikus
    23. Candi Jabung
    24. Candi Cangkuwang
    25. Candi Ijo 
  4. Patung-Patung
    1. Patung Buddha, di Candi Mendut
    2. Patung Roro Jonggrang, di Candi Prambanan
    3. Patung Ken Dedes (Prajnaparamita), di Candi Singasari
    4. Patung Airlangga, di Belahan
    5. Patung Kertajsa, sebagai Harihara
    6. Patung Tribhuwana, di Candi Arimbi
    7. Patung Suhita, dari Kerajaan Majapahit
    8. Patung Gajah Mada, dari Kerajaan Majapahit
    9. Patung Ken Arok, dari Kerajaan Singasari
    10. Patung Kertanegara, dari Kerajaan Singasari

Sunday, 31 May 2015

Masuknya Hindu-Buddha ke Indonesia

Berbicara mengenai budaya dan agama Hindu-Buddha, maka pandangan kita tidak terlepas pada peradaban lembah SUngai Indus di India. Wilayah ini sudah ada sejak dulu dan telah menjadi tempat lahirnya peradaban. Sekitar 2000 SM, di wilayah India mulai berkembang budaya dan agama Hindu. Beberapa waktu kemudian di India pula lahir pula budaya dan gaam Buddha. Dari India ini kemudian bu8daya dan agama Hindu-Buddha mulai menyebar ke segala tempat.

Agama Hndu sebenarnya merupakan sinkretisme (pencampuran) antara kepercayaan bangsa Arya dengan kepercayaan bangsa Dravida. Sifatnya polytheime, yaitu percaya terhadap banyak dewa. Tia[-tiap dewa merupakan lambang kekuatan terhadap alam, sehingga p[erlu disembah atau dipuja dan dihormati. Beberapa dewa yang terkenal seperti Prativi sebagai Dewa Bumi. Surya sebagai Dewa Matahari, Vayu sebagai Dewa Angin, Varuna sebagai Dewa Laut, Agni sebagai Dewa Api.

Dalam agama Hindu diajarkan bahwa hidup di dunia merupakan suatu samsara akibat karma yang kurang baik pada masa sebelumnya. Manusia yang dilahirkan kembali memperoleh kesempatan untuk memperbaiki diri, sehingga pada kelahirannya nanti dapat dilahirkan dalam kasta yang lebih tinggi. Sebaliknya jika berbuat jahat ia akan dilahirkan kembali dalam kasta yang lebih rendah atau dilahirkan menjadi binatang

Kitab suci agam Hindu disebut Weda, artinya pengetauan tentang agama. Weda terdiri dari 4 buah kitab, yaitu:

  • Regveda, yang berisi tentang ajaran-ajaran Hindu, Regveda merupakan kitab tertua dan kemungkina muncul pada waktu bangsa Arya masih berada di daerah Punjab.
  • Samaweda, berisi nyanyian pujian yang wajib dilakukan waktu dislenggarakan upacara agama
  • Yajurweda, berisi doa-doa yang dibacakan waktu diselenggarakan upacara agama. Munculnya kitab ini diperkirakan ketika bangsa Arya menguasai daerah Gangga Tengah
  • Atharweda, berisi doa-doa untuk menyembuhkan penyakit, doa untuk memerangi raksasa. Doa-doa atau mantera pada kitab ini muncul setelah bangsa Arya berhasil menguasai daerah Gangga Hilir


Hubungan dagang antara Indonesia dengan India berpengaruh terhadap masuknya budaya India (kebudayaan Hindu-Buddha) ke Indonesia. Gama Buddha disebarluaskan ke Indonesia oleh para bhiksu sedangkan mengenai pembawa agama Hindu Buddha ke Indonesia sejarawan memberikan 4 teori sebagai berikut

  1. Teori Brahmana (J.C Van Leur) Teori kedua ini menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu ke Indonesia dilakukan oleh kaum brahmana. Kedatangan mereka ke Indonesia untuk memenuhi undangan kepala suku yang tertarik dengan ajran agama Hindu. Kaum Brahmana yang datang ke Indonesia inilah yang mengeluarkan agama Hindu kepada masyarakat Indonesia
  2. Teori Ksatria (FDK Bosch). Teori ini menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh orang-orang India berkasta ksatria. Hal ini disebabkan terjadinya kekacauan politik di India sehingga para ksatria yang kalah melarikan diri ke Indonesia. Mereka kemudian mendirikan kerajaan-kerajaan dan menyebarkan agama Hindu.
  3. Teori Waisya (N. J. Krom). Teori ini menyatakan bahwa penyebaran agama Hindu ke Indonesia dibawa oleh orang-orang India berkasta waisya, karena mereka terdiri atas pedagang yang datang kemudian menetap di Indonesia. Bahkan banyak di antara pedagang tersebut yang menikah dengan wanita Indonesia.
  4. Teori Arus Balik: disebar oleh orang-orang yang berguru di negeri India lalu disebarkan di Indonesia.
    Teori arus balik lebih menekankan pada peranan bangsa Indonesia dalam proses penyebaran kebudayaan Hindu di Indonesia. Artinya, para pedagang Indonesia yang berlayar ke India mengambil ajaran Hindu untuk kemudian diajarkan di tanah air.

    Dari berbagai teori tersebut, teori ksatria sulit terbukti karena tidak dapat ditemukan berita maupun peninggalan daerah-daerah bekas taklukan India di Indonesia. Teori Waisya juga sulit dibuktikan, karena kaum Waisya tidak begitu memahami kitab suci agama Hindu. Sementara itu, kaum brahmana adalah kelompok yang paling memahami agama Hindu karena dapat membaca kitab sucinya. Namun demikian, teori brahmana juga sulit dibuktikan karena dalam keyakinan Hindu, kaum Brahmana pantang menyeberang laut.

    Berdasarkan penjelasan ketiga teori tersebut, teori arus balik adalah teori yang paling mungkin menjadi saluran agama Hindu di Indonesia. Sekembalinya orang-orang Indonesia yang belajar agama Hindu di India, mereka menyebarkan agama Hindu pada masyarakat Indonesia.
Pada perkembangan berikutnya, orang-orang Indonesia sendiri memegang peranan penting dalam masuknyua budaya India. Banyak dari mereka datang ke India untuk menimba ilmu, kemudian ikut menyebarkan agama dan kebudyaan Hindu- Buddha

Bukti tertua adanya pengtaruh India di Indonesia adalah ditemukannya Arca Buddha dari perunggu di Sempaga, Sulawesi Selatan. Arca ini berlanggam seni Arca Ammarawati, India Selatan. Arca sejenis juga ditemukan di daerah Jember, Jawa Timur dan di daerah Bukit Siguntang, Sumatera Selatan.

Periodisasi Zaman Batu

Kehidupan masyarakat paling awal di Indonesia sebelum mengenal tulisan pengaruh Hindu-Buddhya disebut dengan Zaman Praaksara. Kehidupan masyarakat paling awal tersebut dibagi dalam periodisasi

  • Zaman Batu
    • Paleolitikum
    • Mesolitikum
    • Neolitikum
  • Zaman Logam
    • Zaman Tembaga
    • Zaman Perunggu
    • Zaman Besi

Zaman Batu Tua (Paleolithikum
  • Peninggalan Budaya
    • Alat-alat batu yang digunakan masih sangat kasar, sebab teknik pembuatannya masih sangat sederhana. Berdasarkan nama tempat penemuannya, hasil-hasil kebudyaan zaman batu tua di Indonesia dibagi menjadi dua, yaitu Kebudyaan Pacitan dan Kebudayaan Ngandong
      • Kebudayaan Pacitan Alat-alat batu dari Pacitan ditemukan oleh Von Koenigswald, pada tahun 1935 di kali Baksoko, desa Punung, Pacitan, Jawa Timur. Alat-alat batu dari Pacitan ini berupa Kapak genggam. Disamping kapak genggam ditemukan pula kapak perimbas, kapak penetak, dan yang paling banyak berupa alat-alat kecil yang disebut flakes. Alat-alat batu tersebut berasal dari lapisan Pleistosen Tengah. Selain di Pacitan alat-alat batu tersebut di atas dtemukan pula di Sukabumi, Tambangsawah, Lahat, Awangbangkal, Cabbenge, Sembiran dan Trunyan.
      • Kebudyaan Ngandong Alat-alat zaman batu tua dari Ngandong dekat Ngawi, Jawa Timur berupa kapak-kapak genggam dari batu dan alat-alat kecil yang disebut alat serpih/flakes. Flakes yang termasuk Kebudyaaan Ngandong ditemukan pula ndi Sangiran dan di Cabengfe, Sulawesi Selatan. Pada Kebudyaan Ngandong ditemukan pula alaty-alat dari tulang dan tanduk, berupa belati, ujung tombak dengan gergaji dan alat pengorek ubi.
  • Manusia Pendukung
    • Kebudayaan Pacitan: Pithecantropus erectus
    • Kebudyaan Ngandong: Homo soloensis dan Homo wajakensis

Zaman Batu Madya (Mesolithikum)
Zaman Batu Madya berlangsung pada Kala Holosen. Perkembangan kebudyaan pada zaman berlangsung lebih cepat dari pada zaman batu tua. Hal ini disebabkan:
  1. Pendukung zaman ini adalah manusia-manusia cerdas (homo sapiens)
  2. Keadaan alam sudah tidak seliar dan selabil zaman batu tua
  • Hasil Kebudyaan
    • Kebudyaan Tulang Sampung (Sampung Bone Culture)
    • kebudyaan Toala (Flake Culture)
    • Kebudyaan Kapak Genggam Sumatera (Peble Culture)
  • Manusia Pendukung
    • Pendukung kebudayaan mesolithikum adalh manusia dari ras Papua-melanesoid. Sedangkan pendukung kebudayaan Toala menurut Sarasin diperkirakan adalah nenek moyang orang Toala sekarang yang merupakan keturunan Orang Wedda dari Srilanka (Raws Weddoid)
  • Kehidupan Sosial
    • Sebagian manusia pendukung kebudayaan Mesolithikum masih tetap berburu dan mengumpulkan makanan tetapi sebgian sudah mulai bertempat tinggal menetap di gua-gua dan bercocok tanam secara sederhana. Adapula pendukung kebudyaan zaman batu madya yang hidup di pesisir. Mereka hidup dengan menangkap ikan, siput dan kerang.
Zaman Batu Muda (Neolithikum)
  • Peninggalan Budaya
    • Alat-alat batu yang dipergunakan pada zaman Batu Muda sudah sangat halus pembuatannya karena mereka sudah mengenal teknik mengasah dan mengupam. Berasarkan alat batu yang menjadi ciri khas kebudayaan Zaman Batu Muda di Indonesia Indonesia dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu kebudayaan kapak persegi dan kebudayaan kapak lonjong
      • Kapak Persegi Pemberian nama kapak persegi ini berasal dari Von Heine geldern, yaitu kapak yang berbentuk m,emanjang dengan penampang lintangnya berbentuk persegi panjang atau trapesium. Kapak-kapak persegi ini, terutama ditemukan di Indonesia Bagian Barat, yaitu SUmatera, Jawa dan Bali.
      • Kapak Lonjong Kapak yang penampangnya berbentuk lonjong atau bulat telur. Pada ujungnya yang lancip ditempatkan tangkai, kemudian diikat menyiku. Kapak lonjong yang besar disebut walzenbeil dan yang kecil disebut kienbeil.

Pembagian Zaman berdasarkan Keadaan Alam

Berdasarkan gteologi (ilmu yang mempelajari lapisan kulit bumi) waktu sejak mulai terjadinya bumi sampai sekarang, dapat dibagi menjadi beberapa zaman sebagai berikut
  1. Arkhaekkum/Azoikum, berlangsung kurang lebih 2.500 juta tahun. kulit bumi masih sangat panas, karena masih dalam proses pembentukan. belum ada tanda-tanda kehidupan.
  2. Palaezoikum, berlangsung kurang lebiuh 340 juta tahun. Keadaan bumi masih belum stabil. Mulai ada tanda-tanda kehidupan seperti makhluk bersel satu (mikroorganisme), hewan-hewan kecil yang tidak bertulang punggung, ikan, amfibi dan reptil. Ada pula tumbuhan ganggang dan rerumputan. Zaman ini juga disebut zaman primer.
  3. Mesozoikum. Juga dinamakan zaman sekunder. Berlangsung kurang lebih 140 juta tahun. Ilim semakin membaik. Tetapi suhu masih berubah-ubah. Kadang suhu udara tinggi sekali, tetapi ada kalanya rendah sekali. beberrap[a jenis amfibi tumbuh menjadi besar sekali. demikian p[ula reptil mencapai bentuk yang sangatbesar seperti DInosaurus, 12 meter, Tyranosaurus, 30 meter dan Brontosauus yang besarnya sepuluh kali gajah.
  4. Neozoikum atau kainozoikum, berlangsung kurang lebih 60 juta tahun yang lalu sampai sekarang. Zaman neozoikum ini dibagi atas dua zaman yaitu:
    • Zaman Tersier Zaman ini dbagi menjadi bebrapa masa yaitu: Plaosen, Eosen, Oligosen, Miosen dan Pliosen. Pada zaman tersier ini binatang-binatang menysui berkembang pesat, sedangkan reptil-reptil raksasa lambat laut lenyap. Makhluk primata mulai nampak, sejak zaman Palosen.Orang utan mulai ada pada zaman miosn. Pada zaman pliuosen yaitu sekitar 10 juta tahun yang lalu. hidup hewan yang lebih besar dari pada gorilla yang disebut Giganthropus. Hewan ini diteukan di bukit Siwalik di kaki Himalaya, dan di dekat Simla, India Utara.
    • Zaman Kwartier. Zaman ini yang berlangsung sekitar 600.000 tahun yang lalu. Zaman ini dibagi menjadi 2 kala yaitu: Kala Pleistosen (dilluvium) dan kala holosen (alluvium)

Konsep Berpikir Sinkronis dan Diakronis

RIngkasan Materi

Menurut kamus um,um bahasa Indonesia karangan W.J.S. Poerwadarminta, sejarah mengandaung tiga pengertian pokok, yaitu sebagai berikut:

  • Sejarah sebagai silsilah atau asal usul
  • Sejarah sebagai kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau
  • Sejarah berarti ilmu pengetahuan, cerita pelajaran, kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan sejarh adalah iulmu pengetahuan yang mempelajari segala peristiwa atau kejadian yang telah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan manusia.
Unsur-unsur sejarah yang dipelajari mencakup manusia, tempat dan waktu.

Konsep Berpikir Sinkropnis dan Diakronis
Cara Berpikir Sinkronis
  • Kerangka berpikir sinkronis mengamati kehidupan sosial secara meluas berdimensi ruang
  • Konsep berpikir sinkronis memandang kehidupan masyarakat sebagai sebuah sistem yang terstruktur dan saling berkaitan antara satu unit dengan unit yang lainnya.
  • Menguraikan kehidupan masyarakat secara deskriptif dengan menjelaskan bagian demi bagian
  • Menjelaskan struktur dan fungsi dari masing-masing unit dalam kondisi statis.
  • Digunakan oleh ilmu-ilmu sosial, seperti geografi, sosiologi, politik, ekonomi, antropologi dan arkeologi
Cara Berpikir Diakronis/Kronologis
  • Dalam konsep berpikir kronologis atau diakronis mempelajari kehidupan sosial secara memanjang berdimensi waktu
  • Konsep berpikir diakronis memandang masyarakat sebagai sesuatu yang terus bergerak dan memiliki hubungan kausalitas atau sebab akibat
  • Menguraikan proses transformasi yang terus berlangsung dari waktu ke waktu kehidupan masyaraat secara berkesinambungan
  • Menguraikan kehidupan masyarakat secara dinamis
  • Digunakan dalam ilmu sejarah

Friday, 22 May 2015

Stratigrafi adalah studi mengenai sejarah, komposisi dan umur relatif serta distribusi perlapisan tanah dan interpretasi lapisan-lapisan batuan untuk menjelaskan sejarah Bumi. Ilmu stratigrafi terdiri dari litostratigrafi, biostratigrafi, kronostratigrafi

Teknik membuat Batu

a.  Cara bivalve, dilakukan dengan menggunakan cetakan batu yang terdiri atas dua buah bagian, kemudian diikat menjadi satu, lelehan logam dituangkan, dan tunggu hingga beku. Setelah beku, cetakan dapat dibuka. Alat ini dapat digunakan beberapa kali.
b.  Cara a cire perdue atau cara tuangan lilin, yaitu dengan membuat model benda dari lilin, kemudian dibungkus dengan tanah liat dan bagian atasnya diberi lubang, kemudian dibakar sehingga lapisan lilin meleleh dan keluar melalui lubang. Dari bagian lubang itu juga dituangkan lelehan logam hingga penuh. Setelah logam lelehan membeku, model dari tanah liat dipecahkan dan hasil cetakan dari logam tinggal dirapikan
Beberapa contoh barang: nekara, kapak corong, arca perunggu, perhiasan perunggu, bejana perunggu

Tuesday, 10 June 2014

Langkah-Langkah dalam Penelitian Sejarah (Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, dan Historiografi)

0
Langkah-Langkah dalam Penelitian Sejarah (Heuristik, Verifikasi, Interpretasi, dan Historiografi) - Sejarah masa lampau diperoleh melalui proses penelitian. Penelitian dilakukan berdasarkan disiplin sejarah atau ilmu sejarah sehingga mampu menemukan sumber-sumber yang tepat sesuai dengan topik yang ditulis. Bentuk penelitian sejarah terkait dengan metode pengumpulan data yang digunakan.