Showing posts with label Pendidikan Luar Sekolah. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Luar Sekolah. Show all posts

Tuesday, 16 June 2015

Perbedaan Konsep Pengajaran Pedagogis dan Andragogis

 perbedaan pedagogik dan andargogi sebagai berikut:

No
Asumsi
Pedagogik
Andragogi
1
Kosep tentang diri peserta didik
Peserta didik digambarkan sebagai seseorang yang bersifat tergantung. Masyarakat mengharapkan para guru bertanggung jawab sepenuhnya untuk menentukan apa yang harus dipelajari, kapan, bagaimanacara mempelajarinya, danapa hasil yang diharapkan setelah selesai
Adalah suatu hal yang wajar apabila dalam suatu proses pendewasaan, seseorang akan berubah dari bersifat tergantung menuju ke arah memiliki kemampuan mengarahkan diri sendiri, namun setiap individu memiliki irama yang berbeda-beda dan juga dalam dimensi kehidupan yang berbeda-beda pula. Dan para guru bertanggungjawab untuk menggalakkan dan memelihara kelangsungan perubahan tersebut. Pada umumnya orang dewasa secara psikologis lebih memerlukan penga- rahan diri, walaupun dalam keadaan tertentu mereka bersifat tergantung.
2
Fungsi Pengalaman peserta didik
Di sini pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik tidak besar nilainya, mungkin hanya berguna untuk titik awal. Sedangkan penglaman yang sangat besar manfaatnya adalah pengalaman-pengalaman yang diperoleh dari gurunya, para penulis, produsen alat-alat peraga atau alat-alat audio visual dan pengalaman para ahli lainnya. Oleh karenanya, teknik utama dalam pendidikan adalah teknik penyampaian yang berupa: ceramah, tugas baca, dan penyajian melalui alat pandang dengar.
Di sini ada anggapan bahwa dalam perkembangannya seseorang membuat semacam alat penampungan (reservoair) pengalaman yang kemudian akan merupakan sumber belajar yang sangat bermanfaat bagi diri sendiri mau pun bagi orang lain. Lagi pula seseorang akan menangkap arti dengan lebih baik tentang apa yang dialami daripada apabila mereka memperoleh secara pasif, oleh karena itu teknik penyampaian yang utama adalah eksperimen, percobaan-percobaan di laboratorium, diskusi, pemecahan masalah, latihan simulasi, dan praktek lapangan.
3
Kesiapan belajar
Seseorang harus siap mempelajari apapun yang dikatakan oleh masyarakat, dan hal ini menimbulkan tekanan yang cukup besar bagi mereka karena adanya perasaan takut gagal, anak-anak yang sebaya diaggap siap untuk mempelajari hal yang sama pula, oleh karena itu kegiatan belajar harus diorganisasikan dalam suatu kurikulum yang baku, dan langkah-langkah penyajian harus sama bagi semua orang.
Seseorang akan siap mempelajari sesuatu apabila ia merasakan perlunya melakukan hal tersebut, karena dengan mempelajari sesuatu itu ia dapat memecahkan masalahnya atau dapat menyelesaikan tugasnya sehari-hari dengan baik. Fungsi pendidik di sini adalah menciptakan kondisi, menyiapkan alat serta prosedur untuk membantu mereka menemukan apa yang perlu mereka ketahui. Dengan demikian program belajar harus disusun sesuai dengan kebutuhan kehidupan mereka yang sebenarnya dan urutan-urutan penyajian harus disesuaikan dengan kesiapan peserta didik.
4
Orientasi belajar
Peserta didik menyadari bahwa pendidikan adalah suatu proses penyampaian ilmu pengetahuan, dan mereka memahami bahwa ilmu-ilmu tersebut baru akan bermanfaat di kemudian hari. Oleh karena itu, kurikulum harus disusun sesuai dengan unit-unit mata pelajaran dan mengikuti urutan-urutan logis ilmu tersebut , misalnya dari kuno ke modern atau dari yang mudah ke sulit. Dengan demikian, orientasi belajar ke arah mata pelajaran. Artinya jadwal disusun berdasarkan keterselesaian nya mata-mata pelajaran yang telah ditetapkan.
Peserta didik menyadari bahwa pendidikan merupakan suatu proses peningkatan pengembangan kemampuan diri untuk mengembangkan potensi yang maksimal dalam hidupnya. Mereka ingin mampu menerapkan ilmu dan keterampilan yang diperolehnya hari ini untuk mencapai kehidupan yang lebih baik atau lebih efektif untuk hari esok. Berdasarkan hal tersebut di atas, belajar harus disusun ke arah pengelompokan pengembangan kemampuan. Dengan demikian orientasi belajar terpusat kepada kegiatannya. Dengan kata lain, cara menyusun pelajaran berdasarkan kemampuan-kemampuan apa atau penampilan yang bagaimana yang diharap kan ada pada peserta didik.
                        Sumber: Tamat (1985: hal. 20-22)

Karakteristik Pengajar Orang Dewasa

Seorang pengajar orang dewasa haruslah memenuhi persyaratan berikut :

1. Menjadi anggota dari kelompok yang diajar
2. Mampu menciptakan iklim untuk belajar mengajar
3. Mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi, rasa pengabdian dan idealisme untuk kerjanya
4. Menirukan/mempelajari kemampuan orang lain
5. Menyadari kelemahannya, tingkat keterbukaannya, kekuatannya dan tahu bahwa di antara kekuatan yang dimiliki dapat menjadi kelemahan pada situasi tertentu.
6. Dapat melihat permasalahan dan menentukan pemecahannya
7. Peka dan mengerti perasaan orang lain, lewat pengamatan
8. Mengetahui bagaimana meyakinkan dan memperlakukan orang
9. Selalu optimis dan mempunyai iktikad baik terhadap orang
10. Menyadari bahwa "perannya bukan mengajar, tetapi menciptakan iklim untuk belajar"
11. Menyadari bahwa segala sesuatu mempunyai segi negatif dan positif. 


Just share, and I really interest of it ;)

Sunday, 7 June 2015

Adult Education, One Step to Androgogy

Adult education adalah pelatihan di mana orang dewasa ikut serta dalam aktivitas self education supaya dapat memperoleh pengetahuan, sikap, nilai dan kemampuan baru. Bisa jad terlibat di luar pengajaran sekolah umum, meliputi keaksaraan dasar untuk kepuasan pribadi sebagai pembelajar sepanjang hayat. Dalam hal tertentu adult education mencerminkan makna spesifik tentang belajar dan mengajar berdasarkan asumsi yang orang dewasa untuk mampu dan bersedia mengambil tanggung jawab untuk belajar dan teknik pembelajaran itu juga harus menanggapi kebutuhan mereka. Didorong dari satu keperluan atau keinginan untuk belajar, kesempatan yang tersedia, dan sikap yang harus dipelajari, adult education dipengaruhi oleh demografi, globalisasi dan teknologi. Pembelajaran terjadi dalam banyak cara (?) dan dalam banyak konteks karena cara hidup orang dewasa berbeda-beda.

Adult education dapat dibedakan menjadi tiga konteks:

  • Formal
  • Non-Formal
  • Informal


Berdasarkan ilmu dan seni dalam membantu cara belajar orang dewasa, praktek dari adult education mengarah ke andragogy. Tidak seperti pedagogy, orang dewasa dalam andragogy terlihat seperti:

  • Lebih mandiri, daripada mengandalkan orang lain untuk bantuan
  • Matang dan karena berpengalaman dengan pengalaman menyediakan sumber yang kaya untuk belajar
  • Kesiapan orang dewasa untuk belajar terkait dengan apa yang mereka perlu tahu
  • Orientasi pembelajaran orang dewasa lebih berpusat kepada permasalahan ketimbang isi
  • Motivasi orang dewasa untuk belajar adalah internal.
Pengayaan
Apa itu adult education?
Sebutkan macam-macam pelatihan adult education!
Apa saja macam-macam aktivitas dalam adult education?
Pengetahuan apa saja yang diajarkan dalam adult education?
Ada berapa macam cara untuk mempelajari kurikulum pembelajaran adult education?
Dalam adult eucation, pembelajaran orang dewasa lebih berpusat kepada permasalahan ketimbang isi? Jelaskan mengapa!
Bagaimana motivasi datang untuk belajar dalam adult education?

Sumber: wikipedia.org