Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Saturday, 9 May 2015

Pelajaran dari Krisis Yunani

Krisis seolah berjalan layaknya manusia. Tahun 1997, kisis terjadi di Asia dimana Thailand dipercaya sebagai pemicu terjadinya krisis. Sekitar 3 tahun lalu krisis terjadi di Amerika, dimana penyebab utamanya adalah kredit property. Dan sekarang ini perhatikan dunia sedang tertuju pada Eropa. Negara-negara seperti Italy, Yunani, Spanyol, Portugal, dll telah terkena dampak dari krisis tersebut. Hanya Jerman yang mempunyai ekonomi yang sangat kuat dan tidak terlalu berdampak pada krisis eropa tersebut.\

 http://ekonomi.kompasiana.com/moneter/2011/11/24/pelajaran-dari-krisis-yunani-413211.html

Kronologis Krisis Yunani

2002 - Januari: Yunani mengganti mata uang drachma dengan euro.
2004 - 15 November: Pemerintah mengakui bahwa mereka sesungguhnya sama sekali tidak memenuhi kualifikasi untuk bergabung dengan zona euro. Data revisi anggaran Yunani menunjukkan bahwa defisit tidak pernah di bawah 3% sejak tahun 1999, atau di atas level yang diwajibkan otoritas.
2005 - 29 Maret: Setelah menggeser pemerintah sosialis satu tahun sebelumnya, Partai Demokrasi Baru memberlakukan program pemangkasan pertama. Biaya layanan publik sangat tidak sehat ketika itu, khususnya setelah penyelenggaraan Olimpiade Athena. Kenaikan pajak untuk alkohol dan tembakau dibarengi oleh kenaikan PPN antara 18-19%.
2009 - 4 Oktober: PASOK memenangkan pemilu sehingga George Papandreou berhak menjabat sebagai Perdana Menteri. Pada tahun ini, ekonomi sudah berkontraksi 0,3% dan beban hutang nasional melambung sampai 262 miliar euro (dari 168 miliar euro pada 2004). Pemerintah memperkirakan defisit keluar pada level sangat tinggi, 6%.
2009 - 8 Desember: Rating kredit Yunani dipangkas oleh lembaga pemeringkat Fitch akibat beban hutang yang membengkak, dari A- ke BBB+. Hal serupa dilakukan oleh S&P beberapa pekan berselang. Inilah untuk kali pertama Yunani kehilangan status A- dan memicu kegundahan di pasar saham dunia.
2010 - 3 Maret: Papandreou merilis program efisiensi pertamanya. Yunani mulai berjuang meredam gejolak di pasa finansial dengan komitmen untuk mengikis defisit dan melunasi hutang.
2010 - 23 April: Papandreou berpaling ke Uni Eropa dan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk mendapat dana segar senilai 45 miliar euro.
2010 - 2 Mei: Krisis hutang dimulai. Menteri keuangan Eropa menyepakati bantuan 110 miliar euro untuk Yunani. Bail out dirancang untuk menutup kewajiban pinjaman sampai 2013. Sebagai timbal balik, Yunani harus memangkas defisit melalui efisiensi besar-besaran.
2010 - 4/5 Mei: Aksi demonstrasi 48-jam mewarnai jalan-jalan Yunani. Pembakaran bank mengakibatkan tiga orang tewas.
2010 - 10 Mei: Pembuat kebijakan Eropa membangun jaring pengaman senilai 1 triliun euro untuk memperkuat sistem keuangan kawasan dan mencegah penularan krisis dari Yunani. Program perlindungan terdiri dari jaminan bagi negara euro sebesar 440 miliar euro serta instrumen hutang 60 miliar euro. IMF menyatakan kesiapannya untuk mengucurkan 250 miliar euro.
2010 - 18 Mei: Yunani menerima 14,5 miliar euro dari Uni Eropa untuk melunasi hutang terdahulu.
2010 - 29 September: Aksi perlawanan rakyat terhadap program pemerintah dimulai. Ribuan orang turun ke jalan Athena, menentang pemangkasan anggaran. Aksi serupa juga terjadi di Portugal, Irlandia, Slovenia dan Lithuania.
2011 - 17 April: Bunga obligasi Yunani melonjak lagi di tengah kecemasan bahwa program efisiensi tidak akan berhasil. Negara ini sekarang berada dalam titik resesi sehingga warga kembali turun ke jalan.
2011 - 15 Juni: Aksi kekerasan kembali terjadi di Athena saat Papandreou berupaya mengkampanyekan pemangkasan baru 28 miliar euro selama 4 tahun.
2011 - 19 Juni: Yunani membutuhkan bailout baru 110 miliar untuk menghindari default. Permintaan itu tidak dikabulkan pihak Jerman, yang justru meminta kreditur menerima kerugian dari aset obligasi beracun Yunani. Sikap pemimpin euro masih terpecah soal gagasan Jerman.
2011 - 21 Juni: IMF menyerukan agar pemimpin Eropa bekerjasama dalam bertindak supaya bencana hutang bisa ditangkal. Negara lain bisa tertular krisis jika tidak aktif berpartisipasi dalam program pemulihan.
2011 - 22 Juni: George Papandreou selamat dari mosi tidak percaya parlemen. Ia meraih 155 dukungan berbanding 143 penolakan. Hal ini disambut baik oleh Komisi Eropa.
2011 - 29 Juni: Parlemen merestui niat pemerintah memangkas pajak baru dan anggaran belanja senilai 28 miliar euro. Aksi demonstrasi kembali merebak.
2011 - 22 Juli: Uni Eropa menyepakati bailout 109 miliar euro, yang mencantumkan ketentuan bahwa investor swasta harus menerima pemangkasan nilai obligasi sampai 20%. Otoritas juga memperpanjang masa berlaku Fasilitas Stabilitas Keuangan Eropa (EFSF).
2011 - 11 September: Yunani mengumumkan pungutan pajak baru sebagai syarat untuk mendapat bail out selanjutnya. Baik pihak pemerintah maupun parlemen juga harus menerima pemangkasan nilai gaji sebagai bagian dari rencana efisiensi.
2011 - 13 Oktober: Slovakia jadi negara terakhir yang menyetujui rancangan EFSF senilai 44 miliar euro.
2011 - 27 Oktober: Pemerintah Eropa menyetujui pemotongan nilai hutang Yunani dan penambahan kapasitas dana bailout menjadi sekitar 1 triliun euro. Athena bisa meraih bailout 100 miliar euro di awal tahun berikutnya. Setelah melalui pembahasan alot berjam-jam, pihak investor menerima nilai aset Yunaninya dipotong 50% untuk mengurangi beban hutang negara itu.
2011 - 31 Oktober: Sikap penolakan George Papandreou terhadap program pemangkasan menuai referendum. Nasibnya sebagai kepala pemerintahan dipertaruhkan sebagai risiko atas sikapnya itu.
2011 - 3 November: Sang Perdana Menteri membatalkan rencana menggelar referendum. Menteri Keuangan Evangelos Venizelos meredam kecemasan dengan pernyataannya bahwa keanggotaan Yunani terlalu berharga untuk ditaruh di meja voting. Untuk kali pertama dalam sejarah, petinggi G-20 bertemu di Cannes, Prancis. Mayoritas delegasi sepakat bahwa Yunani harus keluar dari zona euro jika gagal mengatasi krisisnya.
2011 - 6 November: George Papandreou resign dari kursi perdana menteri.
2011 - 11 November: Lucas Papademos mengambil kepemimpinan kabinet sebagai utusan dari partai koalisi.
2012 - Januari/Februari: Negosiasi antara pihak kreditur yang dipimpin oleh Josef Ackermann, CEO Deutsche Bank dan pemerintah Yunani berlangsung. Athena meminta kreditur swasta merelakan nilai asetnya dipangkas sampai 70% untuk mengurangi beban Yunani. Hingga saat ini status pembicaraan belum tuntas.
Pemerintah Athena juga harus mendapat dana segar 130 miliar euro untuk melunasi beban hutang terdahulu yang jatuh tempo 9 Maret mendatang. Pihak koalisi menolak klausul pemangkasan dana pensiun yang diberlakukan IMF, Uni Eropa dan bank sentral (ECB). Troika meminta Yunani mencari alternatif lain untuk menggantikan wacana pemotongan tunjangan pensiun. Athena memiliki waktu sampai Rabu (15/02) untuk mengajukan program pemangkasan final pada Troika.

sumber: bbc news, dnaIndia.com, Reuters, prudentinvestor.com, wikipedia, monex.

Krisis Yunani masuk babak penetuan. Sudah dua tahun sejak tabir keuangan Yunani terkuak, belum ada perbaikan berarti dari krisis hutang negara itu. Bagaimana sesungguhnya perjalanan negeri dewa dewi hingga mencapai taraf anggaran seburuk ini?

Latar Belakang Krisis Yunani

Ketika pada tahun 2008, Amerika Serikat mengalami krisis keuangan, sedikit dari masyarakat awam (terutama di Indonesia) yang benar-benar menyadari dampak di negara adidaya tersebut. Hal ini karena krisis yang dialami Amerika Serikat imbasnya tidaklah sejelas krisis moneter yang pernah terjadi di Asia pada tahun 1997-1998, di mana pada saat itu krisis yang pada awalnya berasal dari dunia keuangan turut mempengaruhi gejolak sosial dan politik terutama di Indonesia.

Padahal, krisis yang dialami Amerika juga memiliki imbas besar bagi penduduknya, walaupun tidak berujung pada penjarahan dan pembakaran atau bahkan pemberontakan.

Kini Yunani juga dilanda krisis ekonomi yang tak kalah seriusnya. Prahara utang dan bobolnya ketahanan fiskal pemerintah, menerpa kehidupan rakyat Yunani.

Yunani, negeri indah yang melahirkan budaya hellenisme dan ajaran stoic itu, kini dilanda kemiskinan dan kerentanan sosial. Ribuan kasus PHK mengakibatkan melonjaknya pengangguran. Demonstrasi dan berbagai aksi unjuk rasa menjadi pemadangan sehari-hari di Kota Athena. Kehidupan semakin sulit, dan kemiskinan meningkat. 

Sejak kasus Yunani meledak, Uni Eropa memang ikut kalang kabut. Kekhawatiran mereka terutama muncul dari resiko penularan krisis ke wilayah regional. Dampaknya mulai dirasakan negara-negara yang disebut dengan PIGS (portugal, Ireland, Greece dan Spanyol). Nama PIGS memang punya konotasi negatif. tak heran nasib negara anggota PIGS juga setali uang. Keempatnya langsung terhempas oleh krisis utang dan fiskal. Selanjutnya, krisis Yunani mulai meluas ke Italia, Belgia dan Austria, Prancis dan Jerman. Kepercayaan investor terhadap perekonomian Eropa turun drastis, nilai tukar euro ikut melemah.

Mengapa Yunani bisa terseret pada krisis utang yang sedemikian parah? Kehidupan politik dan pemerintahan Yunani memang diwarnai oleh perilaku tidak berhati-hati pengelola negara. Pesta Olimpiade 2004 di Yunani, dianggap sebagai awal malapetaka. Saat itu biaya tinggi dikeluarkan untuk investasi yang dananya berasal dari utang. Penggelembungan proyekpun terjadi untuk penyelenggaraan Olimpiade tersebut oleh beberapa pengusaha dan politisi.

Selain itu, bergabungnya Yunani dengan kawasan Euro di sisi lain menjadi semacam kutuk. Penyesuaian ekonomi dengan Eropa menjadikan barang dan jasa Yunani mahal. Inflasi meningkat, dan banyak perusahaan asing yang hengkang karena biaya yang mahal. Di sisi lain, privatisasi BUMN dan asset pemerintah lainnya dilakukan tidak memenuhi kaidah persaingan sehat dan transparan. Dana yang diperoleh bukan untuk membayar utang, namun untuk kepentingan para politisi. Sekarang, saat utang melilit, dan pemerintah membutuhkan asset untuk dijual, tak ada lagi yang tersisa.

Sektor perbankan Yunani pun menyimpan banyak masalah. Suatu saat mereka berlomba-lomba memberikan kredit, dan tiba-tiba secara serempak menghentikannya. Perkembangan krisis utang telah menimbulkan ketakutan perbankan akan masa depan ekonomi Yunani. Kontraksi kredit ini tentu memukul dunia usaha.

Selain itu, subsidi yang diberikan oleh Uni Eropa pada perusahaan Yunani, kerap dimanipulasi. Banyak perusahaan fiktif yang dibentuk sekedar mendapatkan dana dari Uni Eropa. Dana itu disalahgunakan untuk membeli real estate dan mobil mewah.

Berbagai hal tersebut terakumulasi dan menyebabkan defisit anggaran Yunani melejit mencapai 12,7% dari PDB, atau empat kali melampaui batas aman Uni Eropa. Selain itu utang pemerintah telah meroket melebihi 113% dari PDB. Yunani yang indah dan simbol peradaban itu, telah berubah menjadi sebuah negeri yang sarat dengan utang.

Apa yang dapat dipelajari dari kasus Yunani? Bahwa pada akhirnya, conventional wisdom masih berlaku. Ajaran di buku-buku teks makroekonomi tentang pengelolaan fiskal yang sehat dan berhati-hati, masih berlaku di dunia nyata. Hanya negara yang disiplin dan memiliki pengelolaan fiskal yang baik, dapat bertahan dari krisis. Indonesia telah membuktikan saat krisis global lalu saat pemerintah disiplin menjaga ketahanan fiskalnya.

Dalam hal ini, Indonesia telah banyak belajar dan mampu mengendalikan pengeluaran pemerintah secara bijak. Saat krisis lalu, ketahanan fiskal Indonesia terbukti tangguh. Kita tidak terjebak menjadi terlalu gemuk dan tidak efisien seperti Yunani.