Saturday 30 September 2017

Ketimpangan Sosial Hubungannya dengan Stratifikasi Masyarakat

Di masyarakat, tidak sedikit orang yang diperlakukan secara inferior dalam hal kelas sosial, ras, etnis atau gender dan mendapatkan banyak perlakuan diskriminasi dari orang lain. Berdasarkan perspektif sosiologi, ketimpangan sosial datangnya bukan karena kecelakaan atau tersebar acak tapi sebagai fitur yang terintegrasi berdasarkan bagaimana manusia terorganisasi. Di Amerika, sistem ketimpangan sosial terkonstruksi dalam beberapa aspek, seperti pendapatan, gender, warna kulit, orientasi seksual, usia, dan bentuk fisik. Sistem ini mengatur akses manusia ke dalam sumber daya penting, dan pola kesempatan yang menguntungkan seseorang dan merugikan orang lain, tergantung dari karakteristik status sosial. Sistem ketimpangan sosial ini telah mencapai konsekuensi yang lebih jauh terhadap biografi hidup setiap anggota masyarakat.

Sosiolog telah tertarik mempelajari dan memahami sistem ketimpangan sosial. Karl Marx (1813-1883) menggambarkan perhatian kepada proses memproduksi dan menjaga ketimpangan sosial dan kemiskinan dari masyarakat kapital, perhatian yang masih relevan saat ini. Sosiolog Jerman Max Weber (1864-1920) juga berpengaruh dalam studi ketimpangan sosial. Dia mendukung sosiolog untuk menganalisis masyarakat dalam artian stratifikasi sosial, cara di mana orang-orang menempati posisi sosial yang berbeda dari tingkatan tertinggi sampai yang terendah.

Weber mengemukakan bahwa dalam stratifikasi sosial masyarakat tertentu kemungkinan besar bersifat multidimensional. Ketiga dimensi stratifikasi yang paling penting yang dinyatakan Weber adalah kelas (kepemilikan properti dan kemampuan pemasaran untuk menghasilkan pendapatan), status (prestise), dan kekuasaan (kemampuan untuk mendominasi atau mempengaruhi orang lain). Dalam pandangan Weber, kodrat dan pentingnya tiga dimensi ini dapat dibedakan dari masyarakat ke masyarakat serta dalam masyarakat tertentu dari waktu ke waktu. Weber menyatakan bahwa stratifikasi sosial adalah  multidimensi yang memperngaruhi pendekatan tehadap analisis sistem ketimpangan sosial.

Ada enam sistem ketimpangan sosial dalam hal ekonomi, ras, gender, usia, orientasi seksual, ketahanan tubuh. Sistem ketimpangan ini adalah kreasi manusia atau konstruksi sosial yang condong membedakan antara masyarakat dengan masyarakat lain dan dalam periode sejarah yang berbeda. Contohnya, peneliti telah menemukan bahwa orang yang berada di masyarakat timur memiliki cara yang berbeda dalam melihat gender dan hubungan gender daripada yang biasanya ada di Amerika Serikat, dan dalam masyarakat lain ada yang menganggap bahwa homoseksual adalah normal (Murray,2000;Nanda,1999).

Sebelum melihat ke enam sistem ketimpangan sosial, kita ingin dapat mengatur mereka ke dalam konteks yang lebih besar. Bukan hanya karena ketimpangan sosial adalah kreasi manusia, namun karena sistem ini juga terorganisasi dalam perbedaan kekuatan. Tidak umum namun ada, bila satu segmen masyarakat memiliki kemampuan untuk menentukan standard apakah sesuatu halnya dapat dikatakan “baik” atau “normal” dalam sistem ketimpangan sosial, serta kekuatan untuk meminggirkan (marginalize( atau memaksakan kerugian kepada orang yang dipandang “buruk” atau “abnormal”
Contohnya, pada zaman dahulu, orang keturunan Eropa malakukan perang dengan masyarakat adat yang sekarang kita sebut orang Amerika Utara (Indian). Penjajah Eropa dan angkatan militernya mengambil alih kawasan tanah masyarakat adat dan dipaksa tinggal dalam kemiskinan. Penakluk meluruskan tindakannya dengan ideologi yang dipegang penjajah Eropa dimana secara ras dan kultural lebih superior daripada masyarakat asli Amerika Utara. Terakhir mereka diperlakukan seperti manusia yang tak beradab (savages). Dalam hari ini masyarakat asli Amerika Utara tersisa sebagai manusia yang yerpinggirkan dan subjek dari stereotipe negatif yng dapat ditelusuri kembali ideologinya seiring dengan kolonialisasi Eropa.


Sistem ketimpangan sosial sering memicu konflik. Beberapa kelompok berusaha mengungkapkan perubahan sosial yang dapat mengakhiri mistreatment sementara kelompok lain yang memiliki hak istimewa dalam sistem berjuang untuk mempertahankan status quo. Biografi hidup seseorang dipengaruhi bukan dari posisi mereka dalam berbagai sistem ketimpangan namun juga dari keberadaan dan gerakan untuk perubahan sosial. Jelas sekali, jika seseorang yang berada posisi yang tidak menguntungkan berada di salah satu sistem ketimpangan sosial, salah satu untuk menanggulangi sistem adalah untuk terlibat atau memberikan dukungan untuk membuat perubahan.

Diterjemahkan dari buku Sociology, Kenneth J. Neubeck dan Davita SIlfen Glasberg 

No comments:

Post a Comment