Sabtu, 28 Juli 2012

Pengertian Ilmu Sosial aka. IPS

ilmu sosial adalah cabang ilmu pengetahuan yang fokus kepada masyarakat dan perilaku manusia. Ilmu sosial biasa digunakan sebagai ilmu yang merangkul secara bersamaan, di luar cabang ilmu alam. 

Ilmu sosial mencakup di dalamnya
  • Antropologi
  • Arkeologi
  • Kriminologi
  • Ekonomi
  • Sejarah
  • Bahasa
  • Ilmu Komunikasi
  • Ilmu Politik
  • Hubungan Internasional
  • Sosiologi
  • Geografi
  • Hukum
  • Psikologi

Istilah ini biasa digunakan dalam konteks yang spesifik yang mengarah kepada ilmu sosial yang asli yang didirikan pada abad ke-19.
Emile Durkheim, Karl Marx dan Max Weber adalah tokoh yang dinyatakan sebagai arsitek dari ilmu sosial modern oleh definisi ini. Ilmuwan sosial positif menggunakan metode yang menampilkan ilmu alam sebagai alat untuk memahami masyarakat dan kemudian mengartikan ilmu ini ke arah yang lebih tegas secara modern. Ilmuwan sosial Interpretifis, secara kontras, menggunakan teknik kritik sosial/dengan simbol daripada membangun teori falsafah, dan menggunakan ilmu ke arah yang lebih luas. Di dalam praktek akademi, peneliti biasa memakai ekletik, menggunakan metode yang bercabang (contohnya, dengan menggabungkan teknik kuantitatif dan kualitatif). Dengan peneliti sosial juga menyadari bagiannya sebagai tokoh yang menerapkan ilmunya dari beragam bagian cabang yang terbagi secara metode dan tujuannya.



Sejarah Ilmu Sosial dan Sejarah Sosiologi


Ilmu sosial berawal sebagai akar filosofi kuno. Di dalam filosofi kuno, tidak ada perbedaan antara matematika dengan sejarah, puisi dan politik. Unit ilmu ini yang terbentuk berdasarkan alasan yang deduktif (?) dari axioms (?) yang dibentuk sebagai kerangka ilmu.

Di masa pencerahan, terjadi revolusi di dalam ilmu sosial dan mengubah kerangka dasar menjadi ilmu yang tersendiri yang lebih ilmiah. Dalam seperempat abad, terjadi trend percepatan di dalam ilmu matematika dan akhirnya mereka berdiri sendiri pada aturannya. Ilmu sosial berasal dari filosofi moral pada waktu itu dan dipengaruhi oleh Masa Revolusi, seperti revolusi industri dan revolusi prancis. Ilmu sosial berkembang dari ilmu baik eksperimen ataupun terapan, atau ilmu pengetahuan yang sistematis/praktek prescriptif, berhubungan dengan perkembangan sosial.

Awal dari ilmu sosial pada abad ke-18 dipengaruhi oleh berbagai ensiklopedia Diderot, dari artikel tentang Rousseau dan pendiri lainnya. Pertumbuhan ilmu sosial juga ditampilkan dalam ensiklopedia khusus. Di era modern, ilmu sosial pertama kali digunakan sebagai ilmu yang berbeda. Ilmu sosial dipengaruhi oleh positivism, yang terfokus kepada pengetahuan berdasarkan pengalaman positid yang benar terjadi dan menghindari negatof, spekulasi yang metafisik juga dihindari. Auguste Comte menggunakan istilah ilmu sosial untuk mendeskripsikan cabang ilmu, yang mengambil ide dari Charles Fourier, Comte juga merujuk kepada ilmu sosial.

Mulai dari periode ni, ada 5 cabang perkembangan yang terjadi dalam ilmu sosial, dipengaruhi oleh Comte dalam cabangnya. Satu rute yang diambil adalah awal dari penelitian sosial. Survei statistik besar diambil dalam berbagai bagian di Amerika dan Erope. Rute lainnya yang diprakarsai oleh Emile Durkheim, mempelajari fakta sosial, dan Vilfredo Pareto, membuka ide dari metateoritical dan teori individual. Artiketiga dikembangkan, mengangkat dari metode dikotom yang digunakan pada zaman sekarang, di mana fenomena sosial yang diidentifikasikan dan dipahami, ini diprakarsai oleh Max Weber. Rute keempat yang diambil berdasarkan pandangan ekonomi, dan dikembangkan dan lebih jauh lagi dikenal sebagai ilmu yang keras. Bagian terakhir yang merupakan hubungan dari pengetahuan dan nilai sosial, antipositifis dan sosiologi verstehen (?) dari Max Weber ditawarkan dalam terpisah. Di rute ini, teori dan preskripsi tidak tumpang tindih dalam diskusinya.

Pada seputar abad ke-20. Filosofi pencerahan ditantang dalam berbagai ruang. Setelah memakai teori sosial sejak akhir dari revolusi ilmiah, berbagai ilmu yang membagi ilmu matematika untuk keperluan percobaan dan meneliti persamaan yang dibangun sebagai struktur yang teoristis. Perkembangan ilmu sosial menjadi sangat kuantitatif pada metode ini. Sifat antar disiplin ilmu dan lintas disiplin alam secara ilmiah masuk ke perilaku manusia, sosial dan faktor lingkungan yang mempengaruhi membuat banyak ilmu alam tertarik dalam beberapa aspek metode sosial. Contoh ilmu alam yang berhubungan dengan penelitian sosial adalah pengobatan, sociobiology, neuropsychology, bioeconomy dan sejarah dan ilmu sosiologi ilmiah. Dengan cepat bertambah, penelitian kuantitatif dan metode kualitatif yang digabungkan ke dalam pembelajaran aksi manusia dan implikasi serta konsekuensinya. Di pertengahan pertama abad ke-20, statistik menjadi disiplin yang berdiri sendiri dengan menerapkan sistem matematika. Metode statistik yang akhirnya dipakai secara terpercaya.

Di dalam periode yang kontemporer, Karl Popper dan Talcott Parsons mempengaruhi kelanjutan dari ilmu sosial. Peneliti melanjutkan untuk mencari persetujuaan kepada metode apa yang mempunyai kekuatan dan perbaikan untuk menghubungkan sebuah teori besar dengan berbagai teori yang ada, dengan kesuksesan, melanjutkan untuk menyediakan kerangka untuk sebuah bank data yang besar, dan lebihnya lagi melihat konsiliasi. Pada masa kini, berbagai ilmu sosial mengalami kemajuan dalam jumlah yang tak terhingga, menambah pengetahuan sosial. Ilmu sosial alan bisa dilihat pada masa depan dengan diolah dari berbagai zona penelitian dan beberapa pencapaian terhadap ruang sehingga menjadikan ilmu.

Istilah ilmu sosial mengarah antara ilmu masyarakat yang diprakarsai oleh pemikir seperti Comte, Durkheim, Marx, dan weber atau lebih umumnya ke semua disiplin ilm di luar ilmu noble (?) dan seni. Pada abad ke-19, akademi ilmu sosial mendirikan 5 lapangan. Ilmu hukum dan amandemen hukum, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan perdagangan serta seni.

Di peralihan/pergantian abad ke-21, ekonomi berkembang di dalam ilmu sosial sebagai mana yang telah dideskripsikan oleh imperialisme ekonomi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar